Pantai Plengkung Banyuwangi

Pantai Plengkung Banyuwangi

Pantai Plengkung Banyuwangi, Ombak Legendaris Incaran Para Turis Surfing

Pantai Plengkung Banyuwangi – Indonesia harus bangga pantai – pantainya banyak yang mengundang decak kagum dunia. Karena letaknya yang berada di tepian Samudera Hindia, membuat pantai-pantai sisi selatan Indonesia dianugerahi ombak-ombak besar yang sangat menggiurkan peselancar.

Salah satu pantai tersebut adalah Pantai Plengkung yang terletak di pesisir Banyuwangi. Lebih dikenal sebagai pantai G-Land, pantai ini menarik minat wisatawan luar negeri karena ombaknya yang amat legendaris. Formasi tujuh gelombang bersusun setinggi 4-6 meter siap memanjakan adrenalin peselancar. Sehingga Pantai Plengkung Banyuwangi ini mendapat julukan ‘The Seven Giant Waves Wonder’ dari penggiat surfing internasional.

Selain G-Land, tempat-tempat di dunia yang memiliki ombak ‘sempurna’ seperti itu hanya di Hawaii, Afrika Selatan, dan Australia. G-Land sendiri disebut-sebut hanya kalah sedikit dibanding Hawaii yang ombaknya mengalun sempurna sepanjang tahun.

Baca juga : Pantai Tanjung Setia Lampung

G – Land Nama Lain Dari Pantai Plengkung Banyuwangi

Barrel ombak yang lama dan panjang membuat peselancar betah meliuk-liuk di atas perairan G-Land. Tidak heran, pantai ini telah lima kali menjadi penyelenggara ajang surfing internasional. Di Plengkung juga terdapat spot untuk ombak-ombak yang relatif lebih kecil, cocok untuk peselancar yang belum ‘profesional’ alias tahap pemula.

Ada beberapa alasan mengapa pantai ini lebih terkenal sebagai G-Land dibanding Plengkung. Selain lebih mudah dilafalkan oleh lidah turis asing, setidaknya ada empat konotasi lain untuk huruf ‘G’ tersebut. Pertama, sebagai huruf awal dari ‘Great’, merujuk kepada ombaknya yang sangat luar biasa. Kedua, ‘Green’, karena lokasinya yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang merupakan hutan tropis hijau. Ketiga, merupakan singkatan dari ‘Grajagan’, pelabuhan kecil sebelum mencapai Plengkung. Sedangkan yang keempat, untuk menandai Teluk Grajagan yang memang bentuknya menyerupai huruf ‘G’.

Bob Laverty dan Bill Boyum adalah turis pertama yang mempopulerkan G-Land pada 1972. Mereka mendirikan surf camp di lokasi ini sehingga peselancar luar negeri semakin mengenal Plengkung. Tak lama kemudian, Bobby Radiasa asal Bali turut mendirikan surf camp dan bertahan sampai sekarang.

Cara Menuju Pantai Plengkung Banyuwangi

Ada tiga cara untuk mengunjungi G-Land. Pertama, jalur darat dari Banyuwangi-Kalipahit menggunakan bus sejauh 53 km. Cara kedua adalah jalur darat-laut dari Banyuwangi – Benculuk sepanjang 35 km dengan bus. Lalu turun di Pantai Grajagan dan dilanjutkan ke Plengkung dengan speed boat. Ketiga, menggunakan speed boat dari pantai-pantai di Bali selama 2 jam perjalanan.

Untuk mencapai Pantai Plengkung, wisatawan harus ‘blusukan’ menerobos hutan Taman Nasional Alas Purwo yang lebat. Untuk mencapai ombak yang sempurna, mereka harus ke tengah laut menggunakan boat. Turis-turis ini tidak keberatan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, demi impiannya menunggangi ombak legendaris dengan papan selancar dapat terpuaskan. Wisatawan mencapai puncaknya pada bulan Juni, Juli, dan November, dimana ombak sedang tinggi dan bagus-bagusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.